PAWAI BUDAYA SEMARAKKAN HARI JADI WONOGIRI

PAWAI BUDAYA SEMARAKKAN HARI JADI WONOGIRI

WONOGIRI – Pawai budaya dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke 273, Sabtu (17/5), berlangsung semarak. Dalam kirab budaya ini, diikuti oleh ribuan peserta, yang memvisualisasikan tema peringatan harijadi “Gumregahing Desa Raharjaning Praja”. Sejak pagi masyarakat Wonogiri tampak antusias memenuhi jalan protokol yang akan dilewati rombongan pawai. Pawai budaya ini mengambil rute start pemberangkatan dibagi di dua tempat. Khusus untuk peserta anak-anak dari jenjang SD/MI dari alun-alun Giri Kridha Bhakti Wonogiri, dan selebihnya dari Stadion Pringgondani Wonokarto. Peserta menuju Lapangan Sukorejo sebagai tujuan terakhir/finish. Berbagai atraksi dengan kostum yang beragam ditampilkan diikuti dari siswa sekolah hingga masyarakat umum.

Kontingen pawai berasal dari kecamatan se-Wonogiri, sekolah, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Mereka berjalan menyusuri jalan protokol dan finish di lapangan Sukorejo, Wonogiri, dengan melintasi panggung kehormatan yang dibangun di depan Pasar Induk Wonogiri Kota.

Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto beserta Muspida, siap di panggung kehormatan, untuk menerima penyambutan dan sekaligus menyaksikan arak-arakan pawai budaya tersebut. Hampir semua peserta, melakukan demo dan atraksi ketika berada di depan panggung kehormatan.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Wonogiri Senthot Sujarwoko, SH melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Drs. Mulyanto menyatakan dalam Pawai Budaya kali ini para peserta menampilkan berbagai kesenian daerah, budaya daerah serta berbagai atraksi marching band, tidak ketinggalan seni kontemporer. Di antaranya reog Ponorogo dari sejumlah kecamatan, seperti Purwantoro, Kismantoro, maupun Wonogiri. Juga musik calung Banyumasan yang diberi sentuhaan rebana dan campursari.

Sementara itu berdasarkan pengamatan, dalam pawai budaya itu, terlihat barisan terdepan diisi oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Wonogiri. Selanjutnya diikuti sajian bernuansa perjuangan Raden Mas Said yang menjadi spirit berdirinya Kabupaten Wonogiri. Para pejabat Pemkab juga turut dalam pawai tersebut. Kontingen Sekretariat Daerah misalnya, menampilkan kesenian reog dadak merak, disusul dengan barisan bertopeng para pejabat yang dikemas dalam tema cerminan pelayanan seribu wajah.

Kontingen SMK 1 Wonogiri menyajikan potensi tata kehidupan desa, dengan mengusung lesung untuk memperkuat instrumen musik drum band dari bahan aneka barang bekas. Disertakan pula barisan wanita tani bercaping dengan menggendong tenggok (bakul), yang sekaligus memainkan musik angklung.

Sementara kontingen SMK Pancasila 1 Wonogiri mengusung drum band kuno dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Di belakangnya, berbaris pasukan bersenjata tombak. Disusul dengan para peraga batik carnival yang dimodifikasi dengan asesories dalam tata warna indah. Menjadikan banyak penonton yang spontan maju untuk berfoto dengan para peraga batik carnival.

Seluruh peserta pawai dinilai di beberapa titik terpisah. Penilaian berdasar nuansa budaya, koreografi, kerapian kostum dan lain-lain. Selang beberapa hari berikutnya, kontingen yang meraih kejuaraan akan diberikan penghargaan. (HUMAS-esti suci)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.