DIRESMIKAN, 4 BALAI KB DI WONOGIRI

DIRESMIKAN, 4 BALAI KB DI WONOGIRI

 WONOGIRI – Wonogiri punya balai Keluarga Berencana (KB) baru. Balai KB tersebut ada di 4 Kecamatan yakni Wonogiri, Pracimantoro, Baturetno, dan Purwantoro. Sebelumnya, Wonogiri sudah mempunyai 1 balai KB yakni di Kecamatan Purwantoro. “Dengan adanya balai KB ini yang merupakan kantor petugas penyuluh KB, diharapkan mampu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan balai ini penting bagi penyuluh, karena selama ini penyuluh KB kan belum punya kantor, masih numpang di kantor Kecamatan,” ungkap Kepala Badan Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera, dan Pemberdayaan Perempuan (BKBKSPP) Wonogiri Reni Ratnasari, SH, MM Jumat (11/1) saat peresmian balai KB Wonogiri yang terletak di daerah Salak.

Pembangunan balai KB baru tersebut berasal dari anggaran DAK tahun 2012 sebesar Rp 981 juta untuk pembangunan 4 balai KB, 100 set sarana alat edukasi, dan 61 set perlengkapan lapangan petugas penyuluh KB. “Dengan datang ke balai KB, masyarakat bisa lebih mengenal lagi program KB. Karena tidak hanya informasi KB saja yang dilayani, tapi juga ada Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Selain itu masyarakat bisa melakukan konseling dan pelaporan kasus-kasus di masyarakat seperti KDRT dan tindakan asusila.”

Di tahun 2013 nanti, imbuh Reni, akan dibangun 7 balai KB lagi di Wonogiri. Dengan adanya gedung sendiri yang representatif, diharapkan kejayaan KB di masa lalu bisa terulang kembali atau dikenal kembali oleh masyarakat. Khusus di Wonogiri, perkembangan KB terbilang sukses. Di tahun 2012, target 23.313 akseptor baru terlampaui dengan memperoleh 24.703 akseptor atau 103,26 %.

Sementara, Bupati Wonogiri Wonogiri yang diwakili Sekretaris Daerah Drs. Budisena, MM saat persemian mengatakan bahwa implementasi program KB sudah demikian luas, tidak berhenti pada upaya mengatur jumlah dan jarak kelahiran saja, tetapi bagaimana memberdayakan setiap anggota keluarga untuk mendukung upaya meningkatkan taraf hidup keluarga.” Yang harus dilakukan adalah meningkatkan intensitas dan frekuensi penyuluhan tentang Gerakan Keluarga Berencana kepada masyarakat. Hal tersebut tentunya membutuhkan sarana dan prasarana pendukung yang memadai,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan prasasti Deklarasi Kabupaten Layak Anak, sekolah ramah anak, Kelurahan ramah anak, serta Puskesmas ramah anak.  “Lingkungan yang nyaman dan ramah bagi tumbuh kembang anak tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga saja, tetapi lebih luas lagi dalam lingkungan masyarakat. Dengan semakin timbulnya kesadaran tentang arti penting memberi ruang yang nyaman bagi anak-anak, artinya kita telah memberikan kesempatan bagi generasi yang akan datang untuk tumbuh semakin baik.” (HUMAS- esti suci)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.