BANTUAN AIR UNTUK KEKERINGAN DI WONOGIRI

BANTUAN AIR UNTUK KEKERINGAN DI WONOGIRI

PRACIMANTORO – Krisis air bersih dialami oleh beberapa daerah di Wonogiri. Bupati Wonogiri mulai melakukan inventarisasi daerah yang mengalami krisis air bersih mulai dari Kecamatan Pracimantoro. Sebanyak 9 desa dari 18 desa yang ada di daerah di kawasan paling selatan Wonogiri ini mengalami krisis air bersih yang bisa dikatakan parah. Dari 9 desa tersebut, total dusun yang mengalami krisis air sebanyak 76 dusun.Diantaranya Desa Gedong (9 dusun), Petirsari (12 dusun), Watangrejo (6 dusun), Joho (12 dusun), Suci (4 dusun), Glinggang (4 dusun), Gebangharjo (7 dusun), dan Sumberagung (9 dusun).

Menggandeng beberapa stakeholder, antara lain SKPD dan pihak swasta, Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri memberikan bantuan air bersih. Sebanyak 18 tanki air bersih didrop ke beberapa daearah yang ada di Kecamatan Pracimantoro, Selasa (2/8). Puluhan warga masyarakat antri pembagian air bersih ini di halaman balai desa Gambirmanis. Mereka membawa jerigen, ember, gentong, dan peralatan lainnya demi mendapat air bersih bantuan dari Pemkab.

Bantuan air bersih dengan cara mendatangkan tanki dan membagikannya langsung pada masyarakat tersebut untuk mengatasi kekurangan air sementara. Ke depan, Bupati menginginkan konsep pengupayaan air bersih tidak seperti itu. “Konsep ini hanya sementara untuk mengatasi kekurangan air bersih yang makin lama makin mendesak. Kasihan warga masyarakat antri air di hawa yang panas, dan saling berebutan. Ke depan tentunya akan dipikirkan lagi bagaimana konsep pembagian sekaligus upaya mengatasi kekeringan,” komentar Bupati.
Bupati berharap di saat lebaran nanti, masyarakat Wonogiri sudah tidak lagi kekurangan air bersih.”Kita akan terus menginventarisir daerah-daerah kain yang kekurangan air bersih, serta sementara ini menyiapkan tanki-tanki air untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.”

Sementara Camat Pracimantoro Drs. Bhawarto, MM mengatakan sebanyak 6.768 KK atau setara dengan 27.441 jiwa masyarakat di wilayahnya kesulitan air bersih. Masyarakat harus membeli air sendiri untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.”Dengan harga sekitar 90 ribu rupiah per tanki untuk di daerah yang mudah dijangkau, kalau untuk daerah yang sulit dijangkau, harga air bersih per tankinya seratus ribu lebih,”ungkapnya.
Ditambahkan, setiap orang dalam tiap hari membutuhkan 20 liter konsumsi air bersih serta 20 liter untuk hewan ternak. “Jumlah ternak yang ada sekitar 34.110 ternak.”(HUMAS_ESTI SUCI)

Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.