4 Destinasi Wisata Baru Dongkrak Pendapatan Daerah

4 Destinasi Wisata Baru Dongkrak Pendapatan Daerah

WONOGIRI — Sejumlah objek wisata alam yang dikelola warga masyarakat ataupun desa yang ada di Wonogiri ternyata mampu meraup pendapatan luar biasa. Bahkan dalam sebulan, ribuan pengunjung menyambangi obyek wisata besutan tangan-tangan kreatif warga pelosok Wonogiri ini.

“Setiap bulan rata-rata pengunjungnya mencapai 8.000 orang, bahkan ada yang tembus 22 ribu orang,” jelas Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Wonogiri, Sentot Sujarwoko, awal pekan ini.
Obyek wisata yang saat ini yang tengah naik daun diantaranya hutan Seper Wono Asri (Jatipurno), Gunung Besek (Kismantoro) dan Gunung Cumbri (Purwantoro) serta Bukit Joglo (Wonogiri).

“Bahkan Seper Wono Asri ini sempat tembus 22 ribu pengunjungnya dalam satu bulan. Bayangkan, jika tiket masuknya Rp 2.000 per orang sudah ketemu jumlah Rp 44 Juta belum lagi dari parkir dan lainnya,” katanya.
Sejumlah obyek wisata (obwis) di Wonogiri diakui gagal menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2016 lalu. Padahal tahun-tahun sebelumnya, obwis tersebut mampu menyumbang PAD sesuai dengan target yang ditentukan.

“Ada empat obyek wisata yang belum penuhi target diantaranya Obyek wisata Kahyangan (Tirtomoyo), Gua Putri Kencono (Pracimantoro), Air terjun Giri Manik (Slogohimo), dan Pantai Sembukan (Paranggupito). Padahal tahun 2014, obyek wisata ini mampu memasok PAD Rp 10-15 Juta. Namun mulai 2015 hanya mampu setor Rp 4 Juta,” imbuh Sekretaris Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Wonogiri, Fredy Sasono.

Namun demikian, kata Fredy, secara keseluruhan obyek wisata yang berjumlah 13 titik, di 2015 lalu mampu setor ke kas daerah melebihi target. Dari target yang ditetapkan pemerintah Rp 3,8 Miliar tembus Rp 4,2 Miliar.
“Target tersebut ditopang dengan pendapatan asli dari Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur,” tandasnya

Ditambahkan, belum terpenuhinya target obyek wisata yang selama ini dikelola Pemkab selain minim sarana pendukung serta lemahnya promosi, status kepemilikan lahan obyek wisata juga menjadi kendala besar. Bahkan dengan kendala tersebut, Pemkab kesulitan untuk mengembangkan obyek wisata itu.
“Contoh air terjun Girimanik, Kahyangan kedua lokasi ini berada di lahan milik Perhutani, lalu Pantai Sembukan berada di atas tanah kas desa,” tandasnya. (HUMAS-est)

Share with:


Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

One Response

  1. KeyannaMaret 26, 2017 at 4:19 amReply

    Frankly I think that’s abltusoely good stuff.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.