145 Bidan Desa PTT Di Wonogiri Di Angkat CPNS

145 Bidan Desa PTT Di Wonogiri Di Angkat CPNS

WONOGIRI – Kabar gembira bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan desa Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bekerja dan bertugas di wilayah Kabupaten Wonogiri, sebentar lagi akan mengikuti pemberkasan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dari data yang diungkapkan Kepala BKD Kabupaten Wonogiri, Rumanti Permanandyah, dari 161 orang yang mengikuti seleksi, sebanyak 145 orang lulus seleksi. Sisanya sebanyak 16 orang tidak lulus. Pengangkatan status para bidan ini, setelah dinyatakan lolos seleksi oleh Kementerian Kesehatan pemerintah pusat.

145 Bidan Desa PTT Di Wonogiri Di Angkat CPNS

“PTT yang tidak lolos seleksi dari kementerian kesehatan tersebut lebih ke faktor usia. Artinya berusia di atas 35 tahun. Sedangkan syarat menjadi CPNS berusia maksimal 35 tahun,” imbuh Rumanti, Senin (6/3) saat Pengarahan Bupati kepada Bidan PTT di pendopo Rumah Dinas Bupati.

Keenembelas PTT yang tidak lolos seleksi tersebut diharapkan tidak berkecil hati, karena pemerintah tetap akan memberikan perhatian. Nantinya Pemerintah akan mengarahkan bidan PTT menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. “PTT yang akan diangkat menjadi CPNS kami harapkan dapat melengkapi persyaratan untuk pengusulan penetapan NIP.”

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyambut baik adanya kebijakan pemerintah yang mengangkat bidan desa PTT menjadi CPNS. Hal ini merupakan bentuk penghargaan terhadap bidan desa PTT yang sudah mau mengabdi di pelosok-pelosok dengan mungkin minimnya fasilitas dan akses yang diperolehnya. “Sehingga manakala ada kebijakan di tingkat pusat yang mangangkat anda semua menjadi bagian dari aparatur negara, itu merupakan buah dari keikhlasan panjenengan semua yang sudah mengabdi pada masyakarat Wonogiri,” lanjut Bupati.

145 Bidan Desa PTT Di Wonogiri Di Angkat CPNS

Terkait proses pemberkasan menjadi CPNS, Bupati mewanti wanti bahwa proses pemberkasan ini harus bebas dari ‘oknum’ yang tidak bertanggungjawab. Bupati menambahkan bahwa jeda waktu yang cukup lama antara pengumuman seleksi dan pemberkasan yang akan dilaksanakan nanti tanggal 13 Maret bisa jadi dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

 “Saya tidak mengharapkan 145 orang yang lolos seleksi ini dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Khususnya dalam hal lobi-lobi, supaya NIP cepat keluar misalnya. Misal ada orang-orang yang menawari seperti itu, saya pastikan itu oknum. Di beberapa wilayah ada kasus seperti itu. Mudah-mudahan ini tidak terjadi di Wonogiri. Karena dari awal kami selalu mengedepankan transparansi.”

Selanjutnya, dengan diangkatnya bidan PTT menjadi CPNS ini, Bupati berharap menjadi amunisi baru baru untuk mewujudkan harapan masyarakat Wonogiri dalam bidang kesehatan yang profesional. (HUMAS-est)

Share with:


Subscribe

Maturnuwun sudah baca berita kami untuk langganan berita silahkan masukkan email aktif di bawah ini nggih

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.